4 Macam Meta Tag Yang Di Kenali Google

Google menerangkan bahwa, tag meta dibawah ini adalah cara terbaik bagi kita – para webmaster – untuk memberikan keterangan dan informasi mengenai situs kita kepada search engine google.

Sesuai dengan judul, dibawah ini adalah beberapa macam-macam tag meta yang ada di blog yang hanya dipahami oleh Google – Tag meta yang dikenali google:

<meta name=”description” content=”A description of the page” />

Tag ini memberikan deskripsi singkat mengenai laman terkait. Dalam situasi tertentu, deksripsi ini digunakan sebagai bagian dari cuplikan yang ditampilkan di hasil penelusuran.

<title>The Title of the Page</title>

Meski secara teknis bukan merupakan suatu tag meta, tag ini kerap digunakan bersama dengan “deskripsi”. Konten tag ini umumnya tampak sebagai judul dalam hasil telusur (dan tentu saja dalam browser pengguna).

<meta name=”robots” content=”…, …” />

atau;

<meta name=”googlebot” content=”…, …” />

Tag meta ini dapat mengontrol perilaku perayapan dan pengindeksan mesin telusur. Tag meta robots berlaku bagi semua mesin telusur, sementara tag meta “googlebot” khusus untuk Google.

Nilai standarnya adalah “index, follow” (sama dengan “all”) dan tidak perlu ditetapkan. Kami memahami nilai berikut ini (saat menentukan banyak nilai, pisahkan dengan koma):

  • noindeks – mencegah laman diindeks
  • nofollow – mencegah agar googlebot tidak mengikuti laman ini
  • nosnippet – mencegah adanya kutipan yang tampil di search engine (hasil penelusuran)
  • noodp – mencegah penggunaan alternatif deskripsi seperti dari ODP/DMOZ
  • noarchive – mencegah googlebot untuk memperlihatkan tautan yang tersimpan di dalam cache untuk suatu laman
  • unavailable_after:[date] – memungkinkan kita untuk memilih dan menentukan waktu dan tanggal aktual untuk menghentikan perayapan dan pengindeksan dari laman ini
  • noimageindex – memungkinkan kita untuk tidak ingin laman muncul sebagai laman perujuk untuk gambar yang muncul di penelusuran laman google; dan
  • none – setara dengan tag meta noindex, nofollow.
<meta name=”google” content=”nositelinkssearchbox” />

Terkadang, google menampilkan kotak telusur tautan pada situs kita di hasil pencarian google. Memanfaatkan meta tag ini tentu akan mencekal kotak telusur tautan situs tersebut.

<meta name=”google” content=”notranslate” />

Meta tag ini sebenarnya sangat berguna bagi pengalaman pengunjung karena mereka bisa mengubah atau mengganti bahasa, baik dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, sebaliknya atau dengan bahasa lainnya.

Namun, tidak semua pemilik blog menyukai ini. Kita bisa memanfaatkan meta tag ini, tujuannya agar Google tidak memberikan izin terjemahan pada laman tersebut.

<meta name=”google-site-verification” content=”…” />

Meta tag verifikasi yang berfungsi memperkenalkan dan kepemilikan di Search Console.

<meta http-equiv=”Content-Type” content=”…; charset=…” />

atau;

<meta charset=”…” >

Tag meta ini mendefinisikan jenis konten dan himpunan karakter laman. Pastikan bahwa Anda mengurung nilai atribut isi dengan tanda petik – bila tidak demikian atribut charset dapat ditafsirkan dengan tidak benar. Sebaiknya gunakan Unicode/UTF-8 jika mungkin.

<meta http-equiv=”refresh” content=”…;url=…” />

Meta tag ini berfungsi mengalihkan ke URL baru atau me-refresh halaman, bisa dikatakan pula sebagai bentuk pengalihan sederhana. Namun, W3C tidak menyarankan penggunaan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *