Cara Mudah Membuat Artikel SEO Friendly

seoido artikel seo friendly

Membuat Artikel SEO Friendly didalam website atau blog dengan Cepat, Mudah dan Tahan lama merupakan suatu hal yang sangat bernilai. Sehingga artikel sederhana yang telah ditulis tetap bisa terus menerus mendatangkan pengunjung. Itulah pentingnya kita memahami bagaimana Cara Membuat Artikel SEO Friendly

seoido cara buat artikel seo friendly

Kemampuan dalam menulis artikel yang seo friendly dibutuhkan untuk efisiensi budget pemasaran, sehingga biaya iklan dapat dikurangi secara bertahap. Demikianlah kesimpulan yang saya temukan dari berbincang bincang dengan beberapa klien Jasa SEO Murah.

Banyak tips-tips tentang cara menulis artikel yang SEO friendly di internet, tapi tidak semuanya bisa diaplikasikan dan ada beberapa bahkan yang sudah outdated dengan perkembangan algoritma mesin pencari terkini, utamanya Google.

#1 Prioritaskan User Experice

Pada saat Anda hendak menulis artikel, buatlah paragraf awal yang deskriptif (mewakili isi artikel secara keseluruhan). Selain itu, pastikan setiap paragraf mengandung keyword utama. Ini akan membantu artikel Anda untuk dimunculkan pada halaman pertama mesin pencari (Google Search, Bing, Ask, dll).

Memperhatikan tata cara penempatan keyword sangat penting. Penempatan keyword harus dilakukan dengan cara-cara yang tepat; frasa keyword, kepadatan keyword (keyword density) <5 %, keyword harus mewakili isi artikel secara keseluruhan.

Maksudnya, artikel harus yang dapat dinikmati pembaca sehingga sangat potensial mendatangkan penjualan dan artikel tadi juga sebisa mungkin disesuaikan dengan kaidah SEO.

Inti dari User Experience (UX) adalah, menyajikan konten dan website yang berkualitas dengan menempatkan pembaca sebagai sasaran utamanya. Makanya se-mastah apapun Anda, jika tidak memperhatikan user experience maka bisa dipastikan pesan yang ingin disampaikan tidak akan maksimal terserap.

NB: Selain kaidah penulisan yang memprioritaskan user experience Anda juga perlu memperhatikan UX secara keseluruhan website.

#2 Riset keyword SEO Friendly

Artikel berkualitas dalam konteks blogging adalah sebuah artikel yang ditulis menggunakan teori blogging yang dalam hal ini merujuk pada teknik SEO. Dalam pemahaman sederhana, teknik SEO terbagi menjadi dua. Pertama, teknik SEO on-page, dan yang kedua teknik SEO off-page. Menulis artikel adalah bentuk kegiatan yang dilakukan dalam lingkup blog, sehingga ia tergolong sebagai on-page.

Kunci dari mendapatkan pengunjung di Google, salah satunya adalah memilih keyword. Ada baiknya kamu mengukur kemampuan website dan kondisi pesaing. Jika belum siap bersaing dengan web besar tidak ada salahnya mentargetkan keyword yang paling baik dan tertarget.

untuk menggambarkan dengan mudah dalam menilai tingkat kesulitan pada keyword. Anda dapat melakukan analisa seperti ini:

  1. Jika hasil pencarian sudah ada web besar dan pakai ads, ini dapat dikategorikan keyword Sangat Sulit
  2. Jika kata kuncinya sangat cukup general (mis. “pakaian muslim”) ini dapat dikategorikan keyword Sangat Sulit
  3. Jika kata kuncinya sangat general (mis. “pakaian”) ini dapat dikategorikan keyword Sangat Sulit
  4. Jika hasil pencarian sudah tidak ada web besar tapi sudah banyak yang pakai ads, ini dapat dikategorikan keyword Sulit.
  5. Jika kata kuncinya cukup jelas -mengandung predikat (mis. “jual pakaian muslim”) ini dapat dikategorikan keyword Sedang
  6. Jika kata kuncinya cukup jelas -mengandung predikat + keterangan lokasi (mis. “jual pakaian muslim di tangerang”) ini dapat dikategorikan keyword Mudah

#3 Mainkan Peran Keyword di Judul Artikel SEO Friendly

Gunakan keyword utama kita pada isi artikel agar Google tau ide pokok tulisan kita. Tak perlu banyak-banyak, biasanya menyebutkan 2 sampai 5 kali sudah cukup. Kita juga bisa menggunakan atribut seperti cetak tebal, miring, atau garis bawah, untuk mempertegas ide pokok tulisan. Namun jangan menggunakannya secara berlebihan. Kita tidak perlu mencetak tebal semua keyword yang kita masukkan.

Untuk yang belum tahu, keyword density adalah rasio antara jumlah kata kunci dibandingkan dengan total karakter yang ada pada isi artikel. Misalnya jika panjang artikel kita adalah 100 kata dan kita menyebutkan keyword sebanyak 5 kali, maka keyword density nya adalah 5%. Lantas berapa persen yang sebaiknya kita gunakan? Keyword density adalah salah satu mitos SEO. Ada yang bilang 3% atau 5% adalah jumlah ideal. Namun Google tidak menganggapnya penting. Jadi abaikan saja keyword density. Gunakan keyword pada isi artikel sesuai kebutuhan. Menulislah artikel untuk pembaca secara natural karena itu lah yang terbaik. Jangan hanya menyebutkan keyword secara berulang-ulang saja, karena akan dianggap melakukan “keyword stuffing”. Penjelasan mengenai tidak pentingnya keyword density bisa Anda lihat pada video berikut.

Gunakan keyword utama kita pada isi artikel agar Google tau ide pokok tulisan kita. Tak perlu banyak-banyak, biasanya menyebutkan 2 sampai 5 kali sudah cukup. Kita juga bisa menggunakan atribut seperti cetak tebal, miring, atau garis bawah, untuk mempertegas ide pokok tulisan. Namun jangan menggunakannya secara berlebihan. Kita tidak perlu mencetak tebal semua keyword yang kita masukkan.

 

#4 Tulis Artikel Yang Panjang dan Mendalam

Ingat kata kuncinya “Panjang dan mendalam”, bukan “panjang atau mendalam”. Ini berarti artikel sederhana yang kamu tulis tidak hanya asal panjang tapi juga bermanfaat untuk pembacanya.

Kalau Anda mampu menulis artikel yang panjang dan tetap mengutamakan user experience maka hasilnya akan lebih bagus. Misalnya pageview meningkat, avg time one site meningkat, bounce rate menurun dan sebagainya. Karena jumlah kata mempengaruhi SEO Friendly.

Tidak ada acuan tertentu tentang jumlah kata minimal yang harus kita tulis. Namun demikian, tentu baik pembaca atau pun mesin pencari membutuhkan jumlah kata yang cukup agar bisa mendapatkan informasi penting yang sebetulnya ingin kita sampaikan dan mereka butuhkan. Saya merekomendasikan untuk menulis artikel dengan panjang paling sedikit 150 kata. Apakah semakin panjang artikel yang kita tulis akan semakin baik? Sebagian besar artikel yang ada di posisi atas Google memang berjumlah antara 300 – 1.000 kata.

Namun bukan jumlah karakternya yang menyebabkan demikian. Sekali lagi, idenya adalah menyajikan konten yang baik untuk pembaca. Misalnya, sekitar 200 kata sudah cukup untuk membuat artikel tentang “Cara Pembelian Pulsa Listrik di ATM”. Di sisi lain, 500 kata terlalu sedikit untuk menulis artikel umum tentang “Negara Indonesia”.

#5 Optimalkan Gambar

Bicara optimasi gambar untuk artikel menarik yang seo friendly setidaknya ada dua yang perlu diperhatikan. Pertama orisinalitas gambar dan yang Kedua bagaimana mengenalkan gambar ke mesin pencari Google. Baca Juga : Belajar SEO, Definisi & Cara Kerja SEO

Soal orisinalitas gambar ini termasuk urusan yang sangat sensitif, Google itu maunya gambar yang unik di Google Image. Sehingga google bisa memberikan banyak variasi bagi penggunanya. Jadi untuk yang ngincer trafik dari Google image, pastikan kalian memahami maunya google.

Untuk itu kamu harus memiliki gambar yang unik. Banyak ide untuk membuat gambar yang dianggap unik, umumnya orang akan mengeditnya menggunakan photoshop, kamu cukup dengan menambahkan kata atau membalik gambar asli. Efisien kan!

Sementara cara yang paling efektif tapi cukup ribet ya bikin foto sendiri. Selain hal diatas, cara SEO untuk google image tentu alt dan title yang mengandung keywords. Disinilah kita mengenalkan gambar kita kepada Google.

Tips

Resolusi yang tajam dan ukuran gambar lebih besar biasanya menjadi pertimbangan google untuk tampil lebih di prioritaskan di search engine. Usahakan untuk menggunakan gambar dengan ukuran 400px x 600px. Jangan lupa melakukan kompresi file agar tidak memberatkan loading web.

Biasanya, saya menggunakan fitur dari Photoshop yakni “Save for Web”. Dengan fitur ini, kita bisa merubah gambar yang ukurannya sekian MB menjadi puluhan KB tanpa (begitu) merusak resolusi gambar.

Tambah Tautan, Baik Internal ataupun Eksternal

Apabila kita telah pernah menulis artikel lain yang masih berkaitan, coba lah untuk meletakkan link (tautan) ke artikel tersebut. Gunakan kata atau kalimat yang jelas sebagai anchor text-nya, jangan hanya kata umum seperti home, klik di sini, dan sebagainya. Bila kita mengutip sesuatu dari halaman website lain, tambahkan juga tautan eksternalnya. Namun sebaiknya tidak menggunakan anchor text dengan kata kunci yang juga kita bidik. Khusus untuk eksternal link, pastikan website yang kita tautkan adalah website yang terpercaya. Wikipedia adalah contoh website yang baik untuk dijadikan referensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *